085257787793 aurasenjaweb@gmail.com

Parel Durov CEO Telegram mengumumkan akan akan menghadirkan video call berkelompok (group video call) dengan fitur mirip Zoom pada Mei mendatang.

Fitur video call gup di Telegram ini akan dilengkapi dengan berbagi layar (screen sharing), enkripsi, hingga penyaring suara latar (noise-cancelling). Layanan video call kelompok ini juga bisa dilakukan lewat ponsel, tablet, dan desktop.

Sebelumnya, fitur ini direncanakan meluncur pada 2020, namun belum terwujud. Pada Agustus lalu perusahaan itu hanya menambahkan fitur enkripsi end-to-end saat pengguna melakukan panggilan video call dengan satu orang lain, seperti dikutip The Verge.

Padahal Whatsapp sudah menambahkan fitur enkripsi video call antar pengguna sejak 2018. Namun, berbagai fitur video conference lain seperti yang akan ditambahkan oleh Telegram memang belum tersedia di layanan pesan instan ini. Fitur-fitur tersebut sudah tersedia di layanan video conference lain seperti Google Meet dan Zoom.

Telegram mendapat banyak tambahan pengguna selama pandemi, akibat banyak yang ingin memanfaatkan layanan pesan instan ini saat mereka mesti di rumah saja.

Pada April 2020 Telegram memiliki 400 juta pengguna aktif bulanan dari 200 juta di 2018. Sebagian tambahan pengguna juta terjadi akibat isu data pribadi Whatsapp. Sehingga mendorong sebagian pengguna beralih ke Signal dan Telegram.